Telepon dari seseorang yang ternyata penipu

Hari itu suasana tempat kerja masih sepi, pelanggan belum ada yang datang. Bosan browsing Internet dari komputer kantor, saya pun beralih ke sofa yang ada diruang reservasi untuk menonton televisi. Baru beberapa menit duduk, handphone saya berbunyi, dari layar handphone terlihat bahwa nomor penelepon tidak ada didaftar kontak saya.

Telepon pun saya angkat, dan dari seberang sana terdengar suara seorang laki laki dengan nada sok akrab menyapa.

telepon-penipu

"Halo....masih ingat gak dengan abang", begitu suara yang ada diseberang.

Saya mulai mengingat ingat dari nada dan gaya suaranya, saya merasa tidak ada suara dari teman teman atau kenalan saya yang mirip dengan nada suara si penelepon.

"Siapa ya?...", saya penasaran dan bertanya.

Si penelepon menjawab: "coba ingat ingat dulu, masa udah lupa", katanya.

Kembali saya mengingat ingat, namun tidak menemukan seseorangpun yang suaranya mirip. "Maaf, saya ga ingat...siapa ya?", kembali saya bertanya.

Si penelepon tetap menjawab dengan dengan jawaban yang sama: "coba ingat lagi, masa sih udah lupa", begitu katanya.

Baca juga: Penipuan LAZADA lewat SMS, benarkah?

Saya mulai curiga, jangan jangan ini hanya orang iseng atau penipu. Untuk menyakinkan kecurigaan saya, akhirnya saya bilang ke penelepon: "Oooo..ini bang Anton ya?", saya sebutkan salah satu nama teman dekat rumah yang bernama Anton yang nada suara dan gaya bahasanya jauh berbeda dengan suara dan gaya bahasa penelepon dan terjadilah percakapan yang panjang, disini akan saya ringkas saja percakapannya seperti ini:

Penelpon : "Nah...itu tau, lagi dimana sekarang?

Saya : "Benerkan ini bang Anton?" (untuk lebih meyakinkan).

Penelepon : "Iya...ini bang Anton, lagi dimana sekarang?" (masih ngotot bertanya saya lagi dimana).

Saya : "Aku lagi ditempat kerja bang, ada apa bang?"

Penelepon : "Abang ada minta bantu, tapi jangan sampai orang lain tau ya"

Saat itu, kecurigaan semakin kuat, saya yakin ini adalah orang gak bener atau orang yang mau menipu, akhirnya timbul niat untuk ngerjain si penipu. Saya pun memotong pembicaraan dan bertanya seperti percakapan dibawah ini:

Saya : "Bang, abang masih kerja ditempat lama?"

Penelpon : "Diam dulu, dengarkan abang mau ngomong" (suara si penipu terdengar tidak sabaran).

Saya : "Ndak bang, aku cuman mau nanya, abang masih kerja tempat lama?"

Penelepon : "Iya masih...sekarang dengarkan abang dulu" (penelpon mulai agak kesal)

Saya : "Si Kamil masih kerja sama abang?"

Penelepon : "Bisa diam dulu ga?...Iya, si Kamil masih kerja sama abang"

Baca juga: Adu Domba melalui Internet?, emang bisa?

Dalam hati saya mulai ketawa geli, orang yang bernama Kamil adalah seorang teman yang masih dekat rumah. Kamil ini tidak pernah bekerja dengan bang Anton, apalagi bekerja ditempat yang sama. Kita lanjut dengan percakapannya:

Penelepon : "Jadi gini, abangkan sekarang di POM bensin, tadi waktu abang ditoilet, abang nemukan tas selempang, pas abang buka ternyata isinya ada uang dan kalung emas, herannya tak ada disini KTP atau identitas yang punya. Pas abang lagi periksa-periksa, ada sekuriti yang nampak, sekuriti itu curiga, jadi abang bilanglah tas itu adalah tas saudara abang yang tertinggal" (si penipu mulai bercerita panjang lebar).

Saya : "Bang, itu POM bensin yang di Sudirman apa di Harapan Raya bang?"

Penelepon : "Yang di Harapan Raya"

Saya : "Oooo...POM bensin Harapan Raya yang disebelah Ciputra itu ya bang?"

Penelepon : "Iya betul...udah, sekarang dengarkan dulu abang mau jelaskan"

Baca juga: Bisnis online vtube, apakah benar membayar?

Kembali saya tertawa geli dalam hati, di jalan Harapan Raya memang ada sih POM bensin, tapi tidak ada yang namanya Ciputra di jalan Harapan Raya, Ciputra itu adanya di jalan Riau. Goblok juga nih penipu bisa dikerjain...hahaha. Sebenarnya percakapan saya dengan si penipu masih panjang, isi percakapan selanjutnya saya gunakan untuk ngerjain si penipu, entah sadar atau tidak bahwasanya dia dikerjain, si penipu masih saja ngotot menjalankan aksi penipuannya, sampai akhirnya dia minta dibelikan pulsa dengan alasan untuk sekuriti agar tas temuannya bisa dibawa.

Puas ngerjain si penipu lewat telepon, akhirnya saya pun tertawa dan mengatakan bahwasanya sejak awal telepon, saya sudah tau kalau dia adalah penipu, tau sendirikan kalo penipu ketahuan, keluarlah nama nama binatang dari mulutnya dan saya pun menutup telepon.

Saran dan himbauan bagi kita semua, jika ada telepon masuk dari nomor yang tidak dikenal dan langsung pura pura akrab, tenangkan pikiran dan hati, atur strategi untuk meyakinkan apakah si penelepon benar teman atau seorang penipu, caranya bisa mencontoh kejadian yang saya alami diatas.

Donasi

Terima kasih telah mengunjungi Blog kami, semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi teman teman semua.

Bagi teman teman yang ingin berpartisipasi memberikan DONASI untuk kelancaran Blog ini, bisa melalui:

  • OVO
  • DANA
  • GoPay

Donasi melalui OVO, DANA atau GoPay bisa dikirimkan ke nomor kami +62813-654-99888

Terima kasih untuk teman teman yang sudah memberikan DONASI, semoga kami tetap bisa selalu memberikan informasi yang berguna melalui Blog ini.

Admin

Jika ada pertanyaan atau sesuatu yang ingin disampaikan, jangan sungkan untuk bertanya dan memberikan komentar pada kolom dibawah ini:

OGITUYA.com ©
All Rights Reserved