Penculikan dan Pemerkosaan melalui Internet

Media Internet nerupakan tempat berkumpulnya kebaikan dan keburukan, keduanya bercampur disana, tergantung kepada diri kita masing masing mau mengambil yang baik atau yang buruknya.

Walaupun kadang kadang awalnya bertujuan untuk mendapatkan kebaikan, malah menjadi korban, salah satunya adalah menjadi korban penculikan.

Baca juga: Telepon dari seseorang yang ternyata penipu

Dimedia kita sudah membaca dan mendengar adanya kasus penculikan yang berawal dari perkenalan lewat internet khususnya media sosial, sebut saja seorang siswi di Depok, siswi SMA di Penjaringan, Jakarta Utara, seorang siswi berumur 13 tahun di Bandung, dan mungkin masih banyak korban korban penculikan lainnya.

Rata rata korban penculikan adalah remaja remaja putri. Oleh karena itu, para orang tua agar lebih mengawasi anak anak remajanya yang hobi bermain internet, dalam hal ini adalah media sosial seperti instagram dan facebook.

Dari kasus kasus penculikan sebelumnya, para penculik beraksi dengan cara mencari gadis gadis remaja yang mempunyai media sosial, para penculik yang juga sudah memiliki akun sosial, membuat akun sosialnya semenarik mungkin untuk dapat memikat gadis gadis remaja.

Penculik sengaja memasang foto foto lelaki ganteng ataupun memposting barang barang mewah dengan tujuan untuk lebih mudah memperdaya targetnya. Mereka akan menambahkan target penculikan sebagai teman di media sosial mereka, kemudian mulai melancarkan serangan dengan rayuan rayuan dan iming iming uang.

Penculikan dan Pemerkosaan melalui Internet

Remaja remaja yang tidak waspada dan hati hati serta kurang mendapat pengawasan dari orang tua akan mudah terperangkap oleh aksi penculik.

Apalagi remaja yang statusnya single atau jomblo, melihat ada seseorang dengan foto yang menawan, membuat mereka jatuh hati walaupun baru sebatas lewat media sosial.

Remaja remaja ini tidak tahu bahwasanya sedang dibayang bayangi kejahatan media online.

Baca juga: Adu Domba melalui Internet?, emang bisa?

Para korban penculikan ada yang dijual ke rumah rumah prostitusi, dijadikan model pornografi bahkan ada yang diperkosa.

Bayangkan jika hal ini terjadi kepada anak, adik atau saudara kita. Untuk itulah perlunya kewaspadaan kita semua, saling mengawasi agar kejahatan ini tidak terjadi.

Tulisan ini ditulis bukan untuk tujuan menakut nakuti, tetapi bertujuan agar para orang tua lebih waspada dan lebih ketat dalam mengawasi anak anaknya dan bagi para remaja, agar lebih berhati hati ketika berkenalan dengan orang yang belum dikenal melalui media sosial.

Jangan cepat terpengaruh hanya karena melihat foto cantik atau ganteng, jangan cepat menjadi kagum melihat postingan postingan yang super wah, jika seseorang kenalan baru dimedia sosial ingin bertemu, bawalah teman teman untuk menemani dan usahakan lokasi pertemuan ditempat ramai untuk menghindari hal hal buruk yang mungkin terjadi.

Donasi

Terima kasih telah mengunjungi Blog kami, semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi teman teman semua.

Bagi teman teman yang ingin berpartisipasi memberikan DONASI untuk kelancaran Blog ini, bisa melalui:

  • OVO
  • DANA
  • GoPay

Donasi melalui OVO, DANA atau GoPay bisa dikirimkan ke nomor kami +62813-654-99888

Terima kasih untuk teman teman yang sudah memberikan DONASI, semoga kami tetap bisa selalu memberikan informasi yang berguna melalui Blog ini.

Admin

Jika ada pertanyaan atau sesuatu yang ingin disampaikan, jangan sungkan untuk bertanya dan memberikan komentar pada kolom dibawah ini:

OGITUYA.com ©
All Rights Reserved